Gambaran Penyimpanan Obat di Rumah Sakit Umum Daerah Hajjah Andi Depu Kabupaten Polewali Mandar

  • Puspa Dini Nurdwiyanti Universitas Muslim Indonesia
  • A.Mumtihanah Mursyid Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan
  • Vina Purnamasari Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan
Kata Kunci: Rumah Sakit; Instalasi Farmasi; Penyimpanan Obat.

Abstrak

Penyimpanan obat adalah salah satu tahapan penting dalam proses pengelolaan obat karena dengan penyimpanan obat yang tepat maka dapat menjaga mutu obat, mencegah penggunaan obat yang tidak bertanggung jawab, mencegah pencurian serta memudahkan pencarian dan pengawasan obat di Rumah Sakit. Dampak proses penyimpanan yang tidak sesuai dengan persyaratan kefarmasian yaitu tidak terjaganya ketersediaan obat dan adanya potensi penggunaan obat yang tidak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan kerugian bagi Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran mengenai penyimpanan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Hajjah Andi Depu Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan cara membandingkan data hasil observasi, wawancara dan penelusuran dokumen dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016, Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit Tahun 2010, Dan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Tahun 2019. Data yang diperoleh akan dihitung berdasarkan skala guttman untuk kemudian dihitung nilai persentase kesesuaian dengan regulasi yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa proses penyimpanan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Hajjah Andi Depu Kabupaten Polewali Mandar termasuk kategori sangat baik dengan perolehan nilai persentase kesesuaian sebesar 82,76%.

 

Referensi

[1] Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 2016.

[2] Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit. Jakarta. 2019.

[3] Tamzil AM, et al. Manajemen Farmasi Rumah Sakit. Padang : Global Eksekutif Teknologi; 2023.

[4] Firdawati AP, et al. Analisis Manajemen Penyimpanan Obat Rusak dan Obat Kedaluwarsa di Instalasi RSUD Mokopido Tolitoli. Journal of Islamic Pharmacy. 2022;7(1):52-56.

[5] Nikita J, Lolo W, Suoth E. Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Ranomuut Kota Manado. Jurnal Pharmacon. 2022;11(2):1454-1459.

[6] Ristya WEY, et al. Buku Ajar Praktek Kerja Lapang Manajemen Pelayanan Kesehatan (PKL MPK). Jember : UPT Penerbitan & Percetakan Universitas Jember; 2021.

[7] Sherly TA. Manajemen Farmasi Manajemen Pengelolaan sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Medis Habis Pakai (BMHP). Jakarta : Penerbit Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; 2021.

[8] Lusy N. Kumpulan Standar Prosedur dalam Pelayanan Kefarmasian untuk Rumah Sakit, Puskesmas, dan Apotek. Jakarta : Penerbit Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya; 2020.

[9] Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian. Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit. Jakarta. 2010.
Diterbitkan
2024-03-23
Bagian
Articles