Analisis Kadar Astaxanthin Ekstrak Cangkang Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Asal Kecamatan Malangke Barat Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis
Abstrak
Limbah udang yang terdiri dari kepala, kulit, kaki, dan ekor mengandung beberapa komponen seperti protein, kitin, enzim, mineral, karotenoid, dan lain-lain. Salah satu jenis karotenoid yang terdapat pada limbah udang yaitu astaxanthin. Astaxanthin merupakan pigmen karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan dengan turunan β-karoten dan vitamin E lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar astaxanthin pada cangkang udang vannamei (Litopenaeus vannamei) asal Kecamatan Malangke Barat. Senyawa astaxanthin yang terkandung dalam cangkang udang vannamei diekstraksi dengan metode UAE dan ekstraksi cair-cair. Nilai persen rendemen yaitu 0,486%. Analisis kualitatif menggunakan uji kromatografi lapis tipis (KLT) dan analisis kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis. Analisis KLT pada sampel diperoleh nilai Rf 0,254. Analisis secara spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 203 nm diperoleh y = 0,1513x – 0,0819, koefisien korelasi (r) = 0,9947, Vx0 = 4,64%, dan kadar rata-rata astaxanthin = 73,2%.
Referensi
[2] Badan Pusat Statistik. Statistik Ekspor Hasil Perikanan Tahun 2017-2021. Jakarta: Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan; 2022.
[3] Maftuch et al. Dasar-Dasar Akuakultur. Malang: Media Nusa Creative (MNC Publishing); 2022.
[4] Gimeno, M. et al. One-solvent extraction of astaxanthin from lactic acid fermented shrimp wastes. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 2007;55(25):10345–10350.
[5] Hu, J. et al. Extraction and purification of astaxanthin from shrimp shells and the effects of different treatments on its content. Revista Brasileira de Farmacognosia. 2019;29(1):24–29.
[6] Guerin, M., Huntley, M.E. dan Olaizola, M. Haematococcus astaxanthin: Applications for human health and nutrition. Trends in Biotechnology. 2023;21(5):210–216.
[7] Sundalian, M., Sri Gustini, S.G. dan Rishadi, F.F. Kajian Metode Ekstraksi dan Analisis Senyawa Astaxanthin yang Terkandung dalam Udang. Jurnal Sains dan Kesehatan. 2021;3(4):601–610.
[8] Senthamil, L. dan Kumaresan, R. Extraction and Identification of Astaxanthin from Shrimp Waste. Indian Journal of Research in Pharmacy and Biotechnology. 2015;3(3):192–195.
[9] Mauludia, M. et al. Ekstraksi, Karakterisasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Astaxanthin dari Produk Fermentasi Udang (Cincalok). Jurnal Kelautan Tropis. 2021;24(3):311–322
[10] Dharma, M.A., Nocianitri, K.A. dan Yusasrini, N.L.A. Pengaruh Metode Pengeringan Simplisia Terhadap Kapasitas Antioksidan Wedang Uwuh. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (ITEPA). 2020; 9(1):88.
[11] Putri, E.R., Slamet, R. dan Erdawati. Ekstraksi Astasantin dari Tepung Kulit Udang dengan Metode Maserasi untuk Uji Aktivitas Antioksidan. Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan. 2019;8(2):38–39.
[12] Husa, F. dan Mita, S.R. Identifikasi Bahan Kimia Obat dalam Obat Tradisional Stamina Pria dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Farmaka. 2020;18(2):16–25.
[13] Lukitasari, N.F. dan Yugatama, A. Analisis Rhodamin B Pada Sirup Berwarna Merah Yang Beredar Di Kota Sragen. Analisis Rhodamin B Pada Sirup Berwarna Merah Yang Beredar Di Kota Sragen. 2016;15(1):165–175.
[14] Prabowo, M.H., Wibowo, A. dan Fauziyah, L. Pengembangan Dan Validasi Metode Analisis Rifampicin Isoniazid-Pirazinamid Dalam Fixed Dose Combination Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis-Densitometri. Jurnal Ilmiah Farmasi. 2012;9(2):1-12.
[15] Prameela, K.; Venkatesh, K.; Immandi, S.B.; Kasturi, A.P.K.; Krishna, C.R.; Mohan, C.M. Next generation nutraceutical from shrimp waste: The convergence of applications with extraction methods. Food Chem. 2017;237:121–132.