GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD PROVINSI SULAWESI BARAT
Abstrak
Pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai merupakan siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian, dan administrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seperti apa gambaran pengelolaan di rsud prof.dr.h.anwar makkatutu kab.bantaeng dan kesesuaiannya terhadap regulasi yang berlaku di indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode wawancara terpimpin serta observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian diperoleh bahwa : pengelolaan belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No.72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit adapun aspek pengelolaan yang belum sesuai ialah penerimaan dengan persentase 77,77%, penyimpanan dengan persentase 93,54%, pendistribusian dengan persentase 85,71%, dan pemusnahan dan penarikan dengan persentase 85,71%.
Referensi
Permenkes, 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah sakit.Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kemenkes RI. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Kemenkes RI. (2010). KMK No. 340 ttg Klasifikasi Rumah Sakit.pdf. Jakarta
Maimun, A., 2008. Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi Dengan Analisis ABC dan reorder Point Terhadap Nilai Persediaan dan Turn Over Ratio di IFRS Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal, Naskah publikasi Magister Ilmu Kesehatan Masayrakat Konsentrasi Administrasi Rumah Sakit Program Pascasarjana UNDIP, Semarang.
Fathurrahmi (2019) Manajemen Pengelolaan Logistik Obat di Instalasi Farmasi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar