Profil Peresepan Penggunaan Obat Gastritis Pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Batara Guru Belopa Periode Januari-Maret 2023

  • Dian Indri Muris Mahasiswa
  • Hendra Herman
  • A. hasrawati
Kata Kunci: Gastritis, Profil Peresepan, Pasien Rawat Jalan, RSUD Batara Guru Belopa

Abstrak

Gastritis merupakan penyakit lambung yang disebabkan karena dinding lambung mengalami peradangan. Itulah sebabnya gastritis sering disebut juga sebagai radang lambung. Penyebab gangguan lambung ini antara lain karena infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), gaya hidup yang kurang baik, hingga stress berkepanjangan. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui peresepan penggunaan obat gastritis pada pasien rawat jalan di RSUD Batara Guru Belopa berdasarkan karakteristik pasien (usia dan jenis kelamin), serta melihat kesesuaian beserta penggolongan obat-obat gastritis yang meliputi dosis dan frekuensi, parameter jenis obat, kombinasi obat, dan interaksi obat yang di resepkan. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan jenis data penelitian retrospektif. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi dimana diperoleh 314 lembar resep Gastritis. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, didapatkan data pasien perempuan mempunyai persentase lebih besar dibanding laki-laki dengan jumlah resep 208 lembar (66,24%), sedangkan kelompok usia terbanyak pasien gastritis yaitu kelompok umur masa dewasa akhir dengan usia 35-54 memiliki jumlah persentase terbesar sebanyak 26,75%. Penggunaan obat gastritis berdasarkan jenis terapi tunggal yang paling banyak diresepkan yaitu Omeprazol sebanyak 79 resep (49,69%), jenis terapi dua kombinasi obat yang paling banyak diresepkan yakni Omeprazol dan Sucralfat sebanyak 47 resep obat (31,97%), dan untuk jenis terapi tiga kombinasi obat yang paling banyak diresepkan yaitu Omeprazol+Ranitidin+Sucralfat (42,85%).

Referensi

Sukarmin. 2013. Keperawatan Pada Sistem Pencernaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ihsan, Huda Nurarif, Amin dan Hardi Kusuma. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Dan Nanda Nic-Noc. Yogyakarta : mediaction.

Dian, AP, 2014, Profil Peresepan Obat Diabetes Melitus Oral Di Beberapa Apotek Wilayah Surabaya Barat, Skripsi, Universitas Airlangga.

Nofriyanti dan Fahleni, 2015. Gambaran Penggunaan Obat Gastritis Pada Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit di Provinsi Riau. Vol. 3(2): 49-53

Maidartati, dkk, 2021. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Gastritis Pada Remaja Di Bandung. Jurnal Keperawatan Galuh. Vol.3 No.1 (2021): 21-28.

Katzung, B.G., Masters, S.B. dan Trevor, A.J., 2014, Farmakologi Dasar & Klinik, Vol.2, Edisi 12, Editor Bahasa Indonesia Ricky Soeharsono et al.,Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.

Medscape.com, 2018, Drug Interaction Checker, https://reference.medscape.com/drug/prevacid-solu-tab-lansoprazole-341991. [Diakses pada November 2023]

Wolfe, Michael & Lowe. 2014. Pocket Guide to Gastrointestinal Drugs. John Wiley & Sons, Ltd. UK.

Drugs.com, 2018, Prescription Drug Information, Interactions & Side Effects, https://www.drugs.com/drug-interactions/omeprazole.html [Diakses pada November 2023]

Dahlan, et,al. 2016. Gambaran Terapi Kombinasi Ranitidin Dengan Sukralfat Dan Ranitidin Dengan Antasida Dalam Pengobatan Gastritis Di SMF Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Mochtar Bukittinggi. Vol. 8 No. 1

Dipiro, J,et,al. 2008. Pharmacotherapy Handbook 7th Edition. The McGrow-Hill Companies: USA.

Diterbitkan
2024-07-20
Bagian
Articles