A LITERATUR REVIEW : VCO SEBAGAI ANTI KETOMBE
Abstrak
Serum rambut telah menjadi produk perawatan yang populer untuk menjaga kesehatan dan kecantikan rambut. Minyak kelapa murni (VCO) dikenal memiliki potensi besar dalam perawatan rambut karena kandungan nutrisi alaminya. Salah satu kandungan utama dalam VCO adalah asam laurat. Kandungan asam laurat yang tinggi pada vco ini yang memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang efektif melawan ketombe. Ketombe adalah serpihan kulit kepala (mati) yang terkelupas. Epitel yang menyusun kulit kepala merupakan epitel skuamus berlapis yang secara terus menerus tumbuh, sehingga mendorong epitel lama diatasnya ke permukaan yang kemudian akan mati dan akhirnya terkelupas (korneosit). Dimana dengan pemanfaatan VCO ini dapat mencegah timbulnya ketombe. Namun VCO tidak diaplikasikan secara langsung pada kulit kepala oleh karena itu dibuat sediaan serum terlebih dahalu. Kelebihan serum dibandingkan sediaan lain adalah konsentrat yang tinggi sehingga lebih cepat disepat dikulit.Berdasarkan dari banyaknya permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada kulit kepala dan rambut, maka tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk melakukan literatur review tentang kandungan apa saja yang terdapat pada VCO sehingga dapat dibuat menjadi sediaan serum rambut Metode yang digunakan dalam me-review artikel ini adalah dengan melakukan proses pencarian secara daring menggunakan beberapa search engine seperti google cendikia, Scopus, dan Schoolar dengan kata kunci : Virgin Coconut Oil, Ketombe, emulgel, serum. Sumber-sumber yang diperoleh merupakan jurnal internasional dan nasional. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu yang diterbitkan pada 10 tahun terakhir dengan kesesuaian keyword penulisan, keterkaitan hasil penulisan dan pembahasan.
Referensi
[2] Widiyanti, R. A. (2015). Pemanfaatan Kelapa Menjadi VCO (Virgin Coconut Oil) Sebagai Antibiotik Kesehatan Dalam Upaya Mendukung Visi Indonesia Sehat 2015. 579.
[3] Susanto, Tri. 2013. Perbandingan Mutu Minyak Kelapa yang di Proses Melalui Pengasaman dan Pemanasan Sesuai SNI 2902-2011. Palembang: Jurnal Balai Riset dan Standardisasi Industri
[4] Cahyani, A., & Asmoro, N. W. (2021). Pengaruh Lama Fermentasi terhadap Rendemen dan Sifat Fisikokimia VCO (Virgin Coconut Oil).: Effect of Fermentation Time on Yield and Physicochemical Properties of VCO (Virgin Coconut Oil). Pro Food, 7(1), 852-858.
[5] Kusuma, M. A., & Putri, N. A. (2020). Asam lemak virgin coconut oil (VCO) dan manfaatnya untuk kesehatan. Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis, 4(1), 93-107.
[6] Tilarso, D. P. (2022). Pelatihan Masyakarat Desa Gebang Tulungagung dalam Pembuatan Sediaan Serum Jerawat Daun Sirih Hijau dan Buah Belimbing Wuluh. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(4), 1044-1049.
[7] Anwar E, Ramadon, D., Harmita. (2014) formulation and Evaluation of Gel and Emulgel of Chili Extract (Capsicum frutescens L.) as Topical Dosage Forms. Academic Sciences, 3 Apr, Vol. 6, No. 3
[8] Daud, N. S., & Suyanti, E. (2017). Formulasi Emulgel Antijerawat Minyak. 3(2), 90-95.
[9] Puranti, W., Maulana, A., & Fatimah, S. F. (2019). Formulasi Emulgel Ekstrak Bawang Putih. 6 (1), 10.