Formulasi serum ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai antioksidan
formulasi serum ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai antioksidan
Abstrak
Kandungan Flavonoid pada daun kemangi dapat digunakan sebagai antioksidan. Serum merupakan sediaan yang diformulasikan dari zat aktif konsentrasi tinggi sehingga efeknya lebih cepat diserap oleh kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan serum ekstrak daun kemangi sebagai antioksidan menggunakan metode eksperimental. Uji evaluasi dan uji antioksidan dengan menggunakan konsentrasi ekstrak daun kemangi 0,06%, 0,30%, 0,6%. Evaluasi sediaan serum dilakukan dengan parameter yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji Viskositas, uji stabilitas, dan uji antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah uji stabilitas selama 6 siklus formula serum tidak mengalami perubahan warna, kondisi homogen, rata-rata pH formula F1 (4,659 ± 0,007), F2 (4,826 ± 0,002), F3 (4,981 ± 0,001), viskositas sediaan F1 (2356 ± 40,412 cps), F2 (2285 ± 5 cps), F3 (2176 ± 1,572 cps), daya sebar sediaan rata-rata 5,2-6,3 cm. disimpulkan bahwa formula serum memberikan hasil yang baik dan memenuhi syarat parameter evaluasi mutu fisik sediaan. Hasil uji antioksidan formula serum ekstrak daun kemangi memiliki nilai IC50 pada F1 (94,605 µg/mL), F2 (74,900 µg/mL), F3 (54,695 µg/mL) ketiga formula dikategorikan ke dalam antioksidan kuat.
Kata kunci: Daun kemangi; Serum; Antioksidan; DPPH
Referensi
[2] Asyri Khoerunnisa, D. I. (2022). Formulasi Dan Evaluasi Zona Hambat Berbagai Sediaan Anti Jerawat Dari Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum). Jurnal Health Sain, Vol. 3, No., 860-866.
[3] Elmitra, r. y. (2022, januari 18). Formulasi sediaan gel serum dari ekstrak etanol kulit batang menteng (Baccaure macrocarpa) sebagai antioksidan. Jurnal akedemi farmasi prayoga, Vol 7(No 1), 1-21.
[4] Lachman, L., & Lieberman, H .A, (1994). Teori dan praktek farmasi industri, edisi kedua, 1091-1098, UI press, Jakarta.
[5] Lia Fikayuniar, A. H. (2021). Formulasi Dan Uji Efektivitas Antibakteri Sediaan Serum Antijerawat Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum x Africanum Lour). Jurnal Buana Farma, Vol. 1 No. 4, 1-7.
[6] Manurung, B. l. (2023). Formulasi dan evaluasi daun kelor Moringa oleifera L. dalam sediaan serum dengan metode senyawa radikal DPPH. Jurnal ilmiah sains & teknologi, 1-12.
[7] Pratiwi, R. i. (2021, september). formulasi serum ekstrak buah malaka (Phyllanthus emblica) sebagai anti aging. metamorfosa: journal of biological sciences, 284-290.
[8] Raymond C., R. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients e-book Pharmaceutical Association. london.
[9] Rizkia, A. d. (2022, maret). Pengaruh variasi konsentrasi Na-CMC sebagai gelling Agent Terhadap Stabilitas Fisik dan kimia Sediaan gel Ekstrak Daun serai Wangi (Cymbopogon Nardus (L.) Rndle). Jurnal sains farmasi, Vol 3(No. 1).
[10] Selonni, F. (2021). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol : Air (1:1) Daun Kemangi (Ocimum bacsilicum L.) dengan metode DPPH (1,1- Diphenil-2-picrylhydrazil). jurnal akademi farmasi prayoga, Vol 6 No 2(Issn-Online 2548-141X), 1-5.
[11] Septilina, S. M. (2019, Desember). Formulasi sediaan Gel Ekstrak lidah buaya (Aloe vera). Warta akab, Vol 43(No 2), 44-47.
[12] Yani Ambari, A. O. (2021). Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Body Lotion Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum cannum Sins.) Dengan Metode DPPH (1,1- diphenyl-2-picryljydrazyl). Jurnal Farmasi, 86-96.
[13] Wahyuni ester loe, m. p. (2022). formulasi sediaan serum ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai antioksidan. 177-183.