Profil Pengkajian Resep Racikan Pediatri Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Periode Bulan Juni-Desember 2022
Abstrak
Skrining resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian yang digunakan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan dalam peresepan obat. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji resep racikan pediatri pasien rawat jalan pada bulan Juni-Desember 2022 di RSUD Labuang Baji berdasarkan Permenkes No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. penelitian yang bersifat deskriptif non eksperimental dengan Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini diperoleh sebanyak 217 lembar resep. Hasil penelitian telah menunjukkan persentase kelengkapan aspek administrasi yaitu nama pasien 98%, umur pasien 41%, jenis kelamin 0%, berat badan 25%, tinggi badan 1%, nama dokter 91%, alamat dan paraf dokter serta nomor izin 100%, tanggal resep 93%, unit asal resep 95%. Kesesuaian aspek farmaseutik yaitu nama obat, bentuk sediaan, jumlah obat, aturan dan cara penggunaan 100%, kekuatan sediaan 0%, tidak terdapat inkompatibilitas, 35% mengalami higroskopis & 65% fotolisis. Kesesuaian aspek klinis yaitu ketepatan indikasi dan ketepatan waktu penggunaan 100%, tidak terdapat obat yang mengalami duplikasi, untuk ketepatan dosis terdapat 9% mengalami overdosis dan 5% mengalami underdosis. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa resep di RSUD Labuang Baji belum sepenuhnya memenuhi kesesuaian resep berdasarkan Permenkes RI No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
Referensi
[2] Virginia, D. M. (2014). Peresepan sediaan racikan pada pasien anak di bangsal rawat inap. Jurnal Penelitian, 18(1), 56–61.
[3] Menteri Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014. Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
[4] Maiz, N., Nurmainah., & Untari, E. (2014). Analisis Medication Error Fase Prescribing pada Resep Pasien Anak Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RSUD Sambas Tahun 2014. Jurnal Mahasiswa Farmasi, Universitas Tanjungpura, Pontianak.
[5] Firdayanti & Amelia Rumi. (2020). Identifikasi Medication Error pada Resep Pasien Pediatri di Palu Indonesia. As-Syifaa Jurnal Farmasi Desember 12(2):107-116
[6] Alfia Nursetiani, Eli Halimah. (2020). Identifikasi Persentase Kelengkapan Resep di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung. Farmaka 2020; Volume 18 Nomor 2.
[7] Pratiwi, D., M, N. R., & Pratiwi, D. R. (2018). Analisis Kelengkapan Administratif Resep di Apotek Bhumi Bunda Ketejer Praya, Lombok Tengah. Jurnal Kesehatan Qamarul Huda, 6(1), 6-11.
[8] Sheikh, D., Mateti, U. V., Kabekkodu, S., & Sanal, T. (2017). Assessment of medication errors and adherence to WHO prescription writing guidelines in a tertiary care hospital. Future Journal of Pharmaceutical Sciences, 3, 60-64. doi:DOI: 10.1016/j.fjps.2017.03.001
[9] Cholisoh, Z. (2019). Kualitas Penulisan Resep untuk Pasien Pediatri di Rumah. The 10th University Research Colloqium 2019 .
[10] Ulfa, Ade Maria., Dwipayana, Nyoman Agus. (2018). Penyuluhan Bentuk Sediaan Obat dan Cara Pemberian Obat di Posyandu Lansia Mandiri Sentosa Pekon Jogjakarta Puskesmas Gadingrejo Pringsewu. Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati Vol 1 No 1.
[11] Yusuf et al. (2020). Kajian Administrasi dan Farmasetik Resep Pasien Rawat Jalan di RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya Periode 10 Maret - 10 April 2017 Berdasarkan Permenkes Nomor 58 Tahun 2014 1. 2(1804277007)
[12] Ansel, H. C., &Jr., L. V. A. (2014). Pharmaceutical Dosage Forms and Drug Delivery System. Wolters Kluwer, Philadelphia.
[13] Aulton, ME., Taylor, K.M.G. (2013). Aulton’s Pharmaceuticals: The Design and Manufacture pf Medicines fourth Edition. Churcihill Livingstone Elsevier.
[14] IAI (Ikatan Apoteker Indonesia. (2014). Pedoman Pelaksanaan Gerakan Keluarga Sadar Obat. Jakarta.
[15] Amanda, HL, Paul, FG., and Danis, OM.(2016). Methods to Reduce Prescribing Errors in Elderly Patients with Multimorbidity. Dovepress.