UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill.) SECARA IN VITRO DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Abstrak
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, penyebabnya yaitu faktor resistensi insulin dan disfungsi sekresi insulin. Alpukat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah bagian biji buah alpukat yang mengandung senyawa alkaloid, polifenol, tanin, flavonoid, triterpenoid, kuinon, saponin, monoterpen dan seskuiterpen serta dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan potensi antidiabetes ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill.) secara in vitro dengan menggunakan metode Nelson Somogyi. Pengujian diawali dengan pembuatan seri konsentrasi ekstrak etanol sampel dengan konsentrasi 40, 50 dan 60 ppm menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis yang diukur pada Panjang gelombang 745 nm.. Hasil pengujian aktivitas antidiabetes oleh sampel uji mampu memberikan efektivitas penurunan kadar glukosa secara in vitro dengan menunjukkan nilai EC50 pada sampel ekstrak etanol yaitu 59,1018 μg/mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji alpukat (Persea americana Mill) memiliki aktivitas penurunan kadar glukosa.
Referensi
[2] Sujana, D., & Nurul, N. (2019). Jurnal Review Aktivitas Antidiabetes dan Kandungan Senyawa Kimia dari Berbagai Bagian Tanaman Alpukat (Persea americana). Jurnal Medika Cendikia, 6(01), 76-81.
[3] Z. Abidin, U. Khaeriah, M. Pratama, and M. Baits, “Tyrosinase Inhibitor Activity Measurement of Crude and Purified Extract of Moringa Leaves (Moringa oleifera L.),” Indones. J. Pharm. Sci. Technol. J. Homepage, vol. 1, no. 1, pp. 52–58, 2019, [Online]. Available: http://jurnal.unpad.ac.id/ijpst/
[4] Kurniawan, A. N. R. (2013). Pengaruh Ekstrak Etanol dan Isolat Flavonoid Daun Sukun (Artocarpus altilis (Park.) Fosberg) Terhadap Aktivitas Penurunan Kadar Glukosa Secara In Vitro. Vitro, Artikel.
[5] Vifta, “Skrining Antioksidan dan Aktifitas Antidiabetes Ekstrak Terpurifikasi Etil Asetat Kopi Hijau Arabika ((Coffea arabica L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis,” J. Zarah, vol. 8, no. 2, pp. 62–68, 2020, [Online]. Available: http://ejournal.poltektedc.ac.id/index.php/tedc/article/view/313
[6] Anggraini Devina Ingrid & Dwi Damayanti, (2019). Studi Antidiabetes Kombinasi Ekstrak Etanol Kubis (Brassica oleracea L.) dan Tomat (Solanum lycopercisum L.) Secara In Vitro, As-Syafaa Jurnal Farmasi, 11(1), 30-37.
[7] Ginting, I. P. (2021). Aktivitas Fraksi Etil Asetat Buah Biwa (Eriobotrya japonica Lindl.) Terhadap Penurunan Kadar UV-Vis Glukosa secara Spektrofotometri
[8] R. L. Vifta and Y. D. Advistasari, “Skrining Fitokimia, Karakterisasi, dan Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak dan Fraksi-Fraksi Buah Parijoto (Medinilla speciosa B.),” Pros. Semin. Nas. Unimus, vol. 1, pp. 8–14, 2018.
[9] A. Suprijono, D. A. Kusumaningrum, and L. Kusmita, “Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol dan Isolvt Flavonoid Teh Oolong (Camellia sinensis [L.] O.K) Terhadap Penurunan Kadar Glukosv Secara In Vitro,” Pros. Semin. Nas. Unimus, vol. 1, no. 1, pp. 206–215, 2018.
[10] E. AGUSTINA, “UJI AKTIVITAS SENYAWA ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK DAUN TIIN (Ficus Carica Linn) DENGAN PELARUT AIR, METANOL DAN CAMPURAN METANOL-AIR,” KLOROFIL J. Ilmu Biol. dan Terap., vol. 1, no. 1, p. 38, 2017, doi: 10.30821/kfl:jibt.v1i1.1240.
[11] E. V. Mutiara and A. Wildan, “Ekstraksi Flavonoid Dari Daun Pare (Momordica Charantia L.) Berbantu Gelombang Mikro Sebagai Penurun Kadar Glukosa Secara in Vitro,” Metana, vol. 10, no. 01, pp. 1–11, 2014, doi: 10.14710/metana.v10i01.9771.